Membangun Brand Equity dalam Sebuah Bisnis, Menarik!

Membangun Brand Equity dalam Sebuah Bisnis, Menarik!

Kamalismadi.com Sering terjadi banyak orang rela mengantri untuk membeli suatu barang dari sebuah brand atau merk. Hal itu terjadi karena brand tersebut sudah dipercaya oleh banyak orang karena memiliki kualitas dan keandalan. Alasan yang mendasari fenomena tersebut disebut brand equity.

Brand equity

Brand equity merupakan sebuah nilai tambah suatu produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen yang bisa mempengaruhi pikiran, perasaan, dan juga tindakan konsumen terhadap merek tersebut. Brand equity yang positif akan membuat suatu bisnis lebih unggul dibandingkan pesaing, dan juga bisa meningkatkan pelanggan yang loyal pada brand tersebut. Maka dari itu kadangkala konsumen rela membeli produk atau jasa dari brand tersebut meskipun mereka bisa mendapatkan hal lain yang sama dari brand kompetitor.

Dengan brand equity, perusahaan bisa memperoleh keuntungan seperti peningkatan efisiensi dan efektivitas program pemasaran perusahaan, meningkatkan harga keuntungan, meningkatkan brand extensions, dan juga mudah untuk meningkatkan keunggulan dalam persaingan. Tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan saja, brand equity juga bisa memberikan keuntungan bagi konsumen seperti bisa meningkatkan keyakinan pelanggan dalam keputusan pembelian, meningkatkan kepuasan dalam penggunaan produk dan jasa, dan juga memberikan rasa nyaman ketika menggunakannya.

Membangun brand identity

Terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam membangun brand equity yang kuat, agar nantinya persepsi konsumen terhadap brand tersebut tepat sasaran. Salah satu caranya adalah dengan melakukan tahapan menurut Kevin Lane Keller dalam buku Strategic Brand Management, yaitu :

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan identitas brand bisnis itu sendiri. Ciptakanlah brand yang menonjol, dan mudah dikenali serta disadari oleh konsumen. Dan juga pastikan bahwa persepsi merek oleh konsumen tetap selaras dengan bagaimana brand yang sebenarnya ingin dianggap. Brand identity ini bisa menjadi sebuah dasar yang dibutuhkan untuk membangun brand awareness.

1. Menciptakan brand meaning

Setelah brand identity terbentuk, langkah selanjutnya adalah menciptakan brand meaning. Brand meaning merupakan sebuah cara untuk mengkomunikasikan kinerja dan citra brand tersebut, yang mengacu pada seberapa baik produk atau layanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Terdapat beberapa kategori kinerja yaitu seperti Karakteristik dan fitur utama, Product reliability, durability dan serviceability , Efisiensi, efektivitas dan empati dalam pelayanan, Gaya dan desain, dan juga Harga. Sedangkan citra bisa mengacu pada kemampuan brand dalam memenuhi kebutuhan pelanggan pada tingkat psikologis dan sosial. Sebagai contoh, perusahaan berkomitmen untuk ramah lingkungan. Sehingga perusahaan tersebut membangun loyalitas dari pelanggan yang mendukung nilai tersebut.

2. Membentuk Brand response

Langkah selanjutnya adalah membentuk brand response, yang merupakan bagaimana tanggapan pelanggan terhadap brand. Pelanggan akan menanggapi brand melalui penilaian dan perasaan. Dalam hal ini penilaian berkaitan dengan beberapa hal seperti kualitas, kredibilitas, seberapa relevan produk yang dihasilkan dengan kebutuhan pelanggan, dan apakah brand tersebut lebih unggul dari pesaing. Sementara perasaan yang positif dapat mencakup perasaan hangat, kesenangan, kegembiraan, keamanan, persetujuan sosial dan harga diri.

3. Membangun Brand Resonance

Dan yang terakhir adalah membangun brand resonance, yaitu hubungan pelanggan yang mendalam. Langkah ini cenderung paling sulit dicapai karena pencapaian langkah ini berarti pelanggan harus memiliki ikatan psikologis yang mendalam dengan brand tersebut. Mereka akan melakukan pembelian berulang, merasakan keterikatan pada merek dan produk, terlibat secara aktif sebagai duta merek, dan mengikuti brand di media sosial.

Sebagai contoh brand equity adalah dari salah satu perusahaan kopi, Starbuck. Perusahaan kopi asal AS ini sudah menjadi perusahaan yang dikagumi di dunia dan sudah lebih dari 30.000 gerai tersebar di seluruh dunia. Brand equity Starbuck dinilai tinggi, karena meskipun harga satu gelas kopi lebih mahal dari beberapa brand kopi lainnya, banyak konsumen yang tetap memilih Starbuck karena dinilai memiliki nilai lebih dari brand lainnya. Sehingga brand ini juga lebih dikenal dari brand kopi lainnya.

1 Komentar untuk "Membangun Brand Equity dalam Sebuah Bisnis, Menarik!"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel - feed

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel